SIKLUS HORMONAL DAN KB


#FarmaTask



SIKLUS HORMONAL
            Siklus hormonal atau bisa juga disebut siklus haid/menstruasi pada wanita. Siklus menstruasi pertama pada wanita disebut menarche atau pubertas awal siklus ovarium pertama. Setiap siklus menstruasi ditandai dengan keluarnya satu ovum (ovulasi). Satu siklus menstruasi berlangsung selama 28-30 hari. Siklus ini merupakan persiapan terhadap kehamilan. Jika siklus telah berakhir, namanya adalah menopause, dimana seorang wanita tidak akan mengalami menstruasi lagi dan bersamaan dengan itu pula produksi hormonnya akan menurun.
           
Siklus seksual wanita/menstruasi
1.      Fase proliferasi
Dipengaruhi oleh hormon estrogen dimana akan mengalami proliferan endometrium dan endometrium akan mengalami penebalan 3-4 mm.
2.      Fase sekresi
Fase ini terjadi setelah ovulasi, dimana korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron dan estrogen. Endometrium akan menghasilkans sekret nutrisi. Pada fase ini ketebalan endometrium 5-6 mm.
3.      Fase menstruasi
Pada fase ini akan terjadi perdaraha pervaginam akibat terjadinya penurunan kadar produksi progesteron dan estrogen, namun darah pada perdarahan ini (mentruan) tidak akan mengalami koagulasi karena adanya fibrinolisin.

PERATURAN  TENTANG OWA (OBAT WAJIB APOTEK)
            OWA diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 347/ MenKes/SK/VII/1990 tentang obat wajib apotek dan Keputusan Menteri Kesehatan  RI No. 1176/Menkes/SKX/1999 tentang daftar wajib apotek no. 3. Kedua peratutan tersebut memuat tentang daftar obat wajib apotek yang boleh diserahkan oleh apoteker meskipun tanpa resep dokter. Untuk daftar OWA dilammpirkan.

JENIS OBAT KB DAN CONTOH SEDIAAN BESERTA KOMPOSISINYA
1.      Pil KB
            Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesterone atau yang hanya terdiri dari hormon progesterone saja. Kebijaksanaan penggunaan pil diarahkan terhadap pemakaian pil dosis rendah, tetapi meskipun demikian pil dosis tinggi masih disediakan terutama untuk membina peserta KB lama yang menggunakan dosis tinggi.
            a. Pil Kombinasi
            Pil kombinasi dibuat dari dua hormon sintetis, yaitu semua pil mengandung hormon estrogen dan progesteron. Kandungan estrogen di dalam pil biasanya menghambat ovulasi dan menekan perkembangan telur yang dibuahi. Mungkin juga dapat menghambat implantasi. Progesteron dalam pil akan mengentalkan lendir serviks untuk mencegah masuknya sperma. Hormon ini juga mencegah konsepsi dengan cara memperlambat transportasi telur dan menghambat ovulasi.
Pil kombinasi terdiri dari 3 jenis yaitu:
1.      Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
2.      Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan 2 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
3.      Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
b. Pil Mini
                        Mini pil (kadang-kadang disebut juga pil masa menyusui) mengandung agen progestasional dalam dosis yang kecil, dan harus dikonsumsi setiap hari secara berkesinambungan. Di seluruh dunia, Mini Pil tidak mendapatkan penerimaan yang luas, baik dari pihak wanita maupun dari petugas medis KB. Mini Pil bukan menjadi pengganti dari Pil Oral Kombinasi, tetapi hanya sebagai suplemen/tambahan yang digunakan wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi oral tetapi sedang menyusui atau untuk wanita yang harus menghindari estrogen oleh sebab apapun.

c. Pil Sekuensial
                        Pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan sistim hormonal tubuh. Dua belas pil pertama hanya mengandung estrogen, pil ketiga belas da seterusnya merupakan kombinasi.

d. Progesteron
                        Hanya mengandung progesteron saja yang dipergunakan ibu postpastum.

e. KB darurat hormonal
                        KB darurat hormonal ini digunakan segera setelah hubungan seks.

2.      KB Suntik
Kontrasepsi suntikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan dilakukan 2-3 kali dalam sebulan, ada juga yang setiap 3 bulan, setiap 10 mingguan dan setiap bulan. Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar. Jika tidak terkontrol dapat menyebabkan obesitas karena nafsu makan meningkat.
Jenis KB Suntik:
1.      Upjohn Company
a.       Depoprovera yang mengandung medroxy progesteron asetat 150 mg.
b.      Cyclofem yang mengandung medroxy progesteron asetat 50 mg dan komponen estrogen.
c.       Schering AG berisi Norgest 200 mg yang merupakan derivat testosteron 

3.      Susuk KBB (norplant atau implant)
            Disebut juga kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit lengan kiri atas. Bentukny semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon, susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Pemakaian susuk dapat digati setiap 5 tahun, 3 tahun dan ada juga yang diganti setiap tahun.
Jenis-jenis susuk
1.      Norplant: sejenis susuk yang terdiri dari 6 batang yang berisi hormon progesteron. Contohnya Levonorgestrel  36 mg dan lama kerjanya 5 tahun.
2.      Implant: sejenis susuk yang terdiri dari 1 batang yang berisi hormon progesteron. Contohnya Keto-desogestrel  68 mg dan lama kerjanya 3 tahun
3.      Indoplant: sejenis susuk yang terdiri dari 2 batang yang berisi hormon yang terbuat dari silastic silikon berupa tube berwarna putih lembut dan fleksibel berisi 75 mg levonogestrel. Levonorgestrel   75 mg lama kerjanya   3 tahun 
4.      Injeksi
       Kontrasepsi hormonal dalam bentuk injeksi merupakan bentuk sediaan suspensi, dikemas dalam vial/flacon untuk sekali pakai, yang diberikan secara suntikan IM.
Contoh :
a. Depomedroxyprogesteron asetat (DPMA).                            
Cara kerja: menghambat ovulasi dengan cara menekan  sekresi  hormon FSH dan LH
Dosis: dosis tunggal: 150 mg umumnya bertahan selama 14   minggu. Dosis  ini diulang tiap 3 bulan.
5.       Sediaan yang mengandung kombinasi progestin dan estrogen             
 (Injeksi medroxyprogesteron asetat dan kombinasi estradiol).
 Cara kerja  : Menekan ovulasi seperti kontrasepsi oral.
Komposisi  :Medroxyprogesteron acetat 50 mg ,dan  Estradiol  cypionat 10 mg/ml/vial
  Dosis        : dosis tunggal untuk jangka 1 bulan ; satu vial diberikan dalam setiap 30 hari.

6.      Kontrasepsi “Skin Patch”.
       Cara pemakaian : Setiap  patch dipakai terus selama satu minggu. Total pemakaian tiga minggu, minggu keempat tidak perlu memakai.Penggunaan kontrasepsi ini pada lengan atas, abdomen bagian bawah, bokong, atau tubuh bagian atas tapi tidak pada payudara.Setiap patch mengandung 1 minggu suplai hormone yang melepaskan hormone steroid dosis rendah yang setara dengan dosis terendah kontrasepsi oral kombinasi.Kontrasepsi ini melepaskan etinil estradiol (hormone estrogen) 20mcg dan norelgertromin (hormone progestin) 150mcg setiap hari secara langsung melalui kulit ke dalam aliran darah.

FORMULASI SEDIAAN KONTRASEPSI/KB
Sediaan yang mengandung progestin saja ( Mini pil )
Sediaan                                            Progestin
Excluton                                        0,5 mg  Lynestrenol
Cerazette                                        75 ug   Desogestrel
Sediaan yang mengandung gestagen ( Depo injeksi )
Sediaan                                              Progestin
Depo Provera                       150 mg Medroxy Progesteron Acetat
Sediaan yang mengandung kombinasi estrogen +progestin (injeksi)
Sediaan                                         Estrogen + Progestin
 Cyclofem                                 50 mg Medroxy Progesteron Acetat
                                                   10 mg  Estradiol cypionate
Sediaan yang mengandung Progestin ( Implant )
Sediaan                                                Progestin
Implanon                                      68 mg Etonogestrel
Indoplant                                      75 mg  Levonorgestrel

Norplant                                        36 mg  Levonorgestrel

(Ls)

Komentar