FARMASI FISIKA


KRISTAL DAN KELARUTAN

   1.     Kristal
Kristal atau hablur adalah suatu padatan atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.
          Kristal bismut
   2.      Kristalografi
·        Studi ilmiah kristal dan pembentukannya.
·        Konsep kistalografi, adalah cabang ilmu pengetahuan mineralogi yang mempelajari secara sistimatik dan praktis khususnya tentang bentuk struktur intenal Kristal, ikatan unsur kimia anorganik pembentuk kisi-kistal (“ crystal lattice”).
·        Mempelajari secara sistimatik dan praktis khususnya tentang bentukan wujud struktur eksternal Kristal morfologi suatu mineral berupa benda padat homogen, dapat sebagai benda endapan bahan galian yang terjadi dan terdapat secara alami pada kondisi tekanan,temperature dan pada posisi kedalaman tertentu di kerak bumi dan di permukan bumi.
         3.     Kristalin        
     Zat padat yang susunan atomnya teratur dan berulang dalam ruang tiga dimensi, sehingga membentuk suatu struktur 
4.     Amorf           
Zat padat yang susunan atomnya tidak teratur (lebih mudah cepat larut dalam air dari pada kristalin karena ikatan antar molekulnya tidak kuat)
          5.     Semi Kristalin               
           Zat padat yang tersusun dari Kristalin dan Amorf (contoh : avicell, paravin,     selilose mikrokristalin)
          6.     Habit Kristal 
          Kristal yang mana bentuk eksternalnya berbeda sedangkan bentuk internalnya  sama, biasanya terjadi karena adanya kejenuhan dari suatu larutan/rekristalisasi.
          7.     Polimorf        
         Senyawa organik yang memiliki bentuk Kristal dan energi yang berlainan.
8.     Alotropi
·        Atau alotropisme adalah perilaku yang diperlihatkan oleh beberapa unsur kimia yang dapat ditemukan dalam dua bentuk atau lebih. Dikenal sebagai allotrop unsur tersebut. Pada tiap alotrop, atom-atom unsur tersebut terikat dalam bentuk yang berbeda-beda.
·        Alotrop adalah modifikasi struktural yang berbeda-beda dari sebuah unsur. Sebagai contoh unsur karbon memiliki dua alotrop umum: intan, yang terdiri atas atom karbon yang terikat bersama-sama dalam susunan kisi tetrahedral. Dan grafit, yang terdiri atas atom karbon yang terikat dalam lembaran-lembaran kisi heksagonal.
           9.     Monotropi    
           Modifikasi polimorf yang terjadi secara irreversible yang berlangsung satu arah dari bentuk metastabil kebentuk stabil.
           10.     Enantiotrop
           Perubahan terjadi secara reversible pada tekanan dan suhu tertentu.
           11.Pseudopolimorf / polimorf semu
           Suatu senyawa hidrad atau solvate yang membentuk struktur Kristal pada saat rekristalisasi.
           12.    Kristal Real / polikristalin
          Polikristalin yang tidak sempurna disebabkan kacacatan atau defek dari Kristal.
            13.     Kristal ideal  
          Kristal tunggal yang sempurna tanpa cacat pada penempatan kisi-kisi kristalnya.
            14.  Kristal Hidrat
          Senyawa kristal padat yang mengandung air kristal (H2O).
            15.   Kristal Solvat
           Obat yang bergabung dengan molekul pelarut untuk menambah bentuk Kristal.
  16.  Kristal simetri
Suatu Kristal yang memiliki titik yang identik pada sisi yang berseberangan pada permukaan Kristal.  dikenal 4 kedudukan posisi simetri, yaitu sebagai berikut :
a).  Simetri bidang cermin, bahwa kedudukan suatu Kristal dibelah dua menunjukkan morfologi sama bentuk berpasangan posisi bidang titik maupun ukuran sudut bidangnya ,seperti cermin (“symmetry plane”)
b). Simetri sumbu putar , (“symmetry line center”) yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi sama bentuk bidang-titik-sudut bidang yang berpasangan nampak berulang bila sumbu c Kristal diputar 180 (2-fold symmetry) ; diputar 120 (3-fold symmetry,trigonal) ; diputar 90 (4-fold symmetry,tetragonal); dan diputar 60 (6-fold symmetry hexagonal).
c). Simetri titik pusat, (“symmetry point senter”)yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama bentuk nampak pada jarak yang sama melalui titik pusat Kristal, posisi simetri ini disebut juga “inversion” (posisi silang).
d). Simetri sumbu pusat putar inverasi/ silang(“symmetry axis of rotary inversion”),yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama betuk melalui sumbu putar inverse.
 17.  kisi kristal bravais
     “Bravais space lattice” (kisi ruang Kristal Bravais) adalah bentuk geometri 3 dimensi yang  struktur internal Kristalnya  tersusun oleh unit-cell dari ikatan struktur atom unsur kimia tersebut.
Bentuk kisi ruang ruang Kristal bravais mempunyai variasi posisi unit cell yang ditentukan berdasarkan keberadaan titik-titik kisi bidang Kristal. Dikenal yaitu 4 variasi posisi titik Kristal (“lattice points”) yaitu:
- titik kisi Kristal pada ujung bidang disebut titik sisi kristal primitive, bersimbol P.
- titik kisi Kristal pada bagian tengah bidang kisi Kristal disebut “face center”,  simbol F.
- titik kisi Kristal pada bagian tengah ruang Kristal disebut “body center”,  simbol I.
- titik kisi Kristal pada bagian tengah sebagian bidang kisi Kristal  disebut “center”, simbol C.
 18.   struktur internal Kristal
·        Isometrik
               yaitu jarak antara titik kisi Kristal adalah sama, kisi Kristal membentuk sudut orthogonal ; mempunyai 3 variable posisi titik kisi Kristal, yaitu simbol P , I , dan F, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b=c.
·        Heksagonal
a.     yaitu jarak antar titik Kristal pada bidang horizontal adalah sama, namun tidak sama dengan jarak titik Kristal pada bidang Vertikal, horizontal kisi Kristal membentuk sudut ortogonal, sedangkan antar 6 bidang tegak membentuk posisi sudut 120.
b.     Mempunyai 2 variabel posisi titik Kristal,yaitu bersimbol C , P, dengan unsure-unsur Kristal yaitu a=b#c; , .
·        Rhombohedral
a.     yaitu jarak antar titik kisi Kristal adalah sama,memiliki sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut non-ortogonal.
b.     Mempunyai 1 variabel posisi titik kisi Kristal, yaitu bersimbol P, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b=c ; .
·        Tetragonal
a.       yaitu jarak titik kisi Kristal pada bidang horizontal adalah sama , namun tidak sama dengan jarak titik kisi Kristal pada posisi vertical, dan membentuk sudut ortogonal.
b.      Mempunyai 2 variabel posisi titik kisi Kristal,yaitu P dan I, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a=b#c ; .
·        Orthoromblik
a.       Jarak antar kisi Kristal adalah tidak sama, dengan sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut ortogonal.
b.      Mempunyai 4 variabel posisi titik kisi Kristal, yaitu bersimbol P , C ,I dan F, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a#b#c ; .
·        Monoklin
Dicirikan bahwa jarak antar titik kisi Kristal adalah tidak sama, dengan posisi 2 sudut potong antar bidang kisi Kristal membentuk sudut ortogonal, sedangkan 1 (satu) sudut bidang kisi Kristal, yaitu bersimbol P dan C, dengan unsur-unsur Kristal yaitu a#b#c ; .
·        Triklin
Jarak antara titik kisi Kristal adalah tidak sama.
Sistem
Sumbu (axes)
Sudut sumbu  (axial angles)
Kubik
a  =  b  =  c
a  =  b  =  g   = 900
Tetragonal
a  =  b  ¹  c
a  =  b  =  g   = 900
Ortorombik
a  ¹  b  ¹  c
a  =  b  =  g   = 900
Monoklinik
a  ¹  b  ¹  c
a  -  g   -  900    ¹  b
Triklinik
a  ¹  b  ¹  c
a  ¹  b  ¹  g   = 900
Hexagonal
a  =  a  ¹  c
a  =  b  =  900  ;   g   =  1200
Rombohedral
a  =  b  =  c
a  =  b  =  g   ¹ 900

19.  Eksternal Kristal
·        Suatu bentuk kubus dari sisitem internal isometrik kisi Kristal, dapat tumbuh beraturan menjadi lima macam bentuk bentuk eksternal Kristal, yaitu menjadi bentuk kubus hexahedron, tabular, prisma-batang, octahedron dan rombik-dodecahedron.
·        Adapun berkaitan dengan konsep dasar struktur internal Kristal Bravais Spance Lattice, maka dikenal bentukan geometri tiga dimensi enam jenis sisitem eksternal Kristal mineral, yaitu isometrik, heksagonal,tetragonal orthorombik, monoklin dan triklin.
·        Suatu morfologi eksternal Kristal mempunyai ciri bentuk tertentu yaitu “open forms” dan “closed form”.  “Open forms” (bentuk terbuka) adalah dicirikan bentuk prisma dan piramida sedangkan “closed form” (bentuk tertutup) yaitu dicirikan bentukan piramida, trapezohedran dan scalenohedran

20.  KONSTANTA  KISI

Jarak yang selalu terulang dalam  pola jangkau kristal yang menentukan sel satuan dalam kristal. Untuk sistem kubik  konstanta kisinya adalah a, sedangkan untuk sistem tetragonal konstanta kisinya adalah a, b, dan c.  
21.  BIDANG  KRISTAL       
Bidang-bidang atom dalam suatu kisi kristal. Arah  (tegak lurus) bidang kristal disebut sebagai arah kristal.
22.  Indeks Miller
Indeks Miller adalah kebalikan dari perpotongan suatu bidang dengan ke-tiga sumbu x, y dan z  yang dinyatakan dalam bilangan utuh bukan pecahan.   Indeks miller yang  biasanya bertanda negative (-) berarti menunjukkan bidang pada arah tertentu, (misalnya perpotongan tsb ada di + ½, + ½ dan – 1/3  maka receprocalnya  2, 1, dan –3).
a.       Untuk arah bidang digunakan simbol atau lambang [ h, k, l ]
Contoh :   [ 1, 1, 1 ]
b.   Untuk bidang kristal digunakan lambang ( h, k, l )
      Contoh :  ( 1, 1, 1 )

Langkah mudah untuk memberikan indeks miller dari suatu bidang irisan adalah sebagai berikut:
1. Ambil titik asal (titik 0) dari bidang
2. Tentukan nilai intersep dari setiap aksis (1/h)a, (1/k)b, (1/l)c dari titik asal, contoh jika intersep adalah (1/2)a, (1/3)b, (1/1)c, maka indeks bidang tersebut adalah (2 3 1) seperti gambar dibawah ini.
3. Jika intersep ∞ atau bidang paralel dengan aksis maka indeksnya bernilai nol.
samplemiler
Arti fisis dari Miller indeks adalah indeks ini menyatakan:
1. Orientasi dari bidang atomik melalui harga h, k dan l
2. Jarak antar bidang, yaitu jarank antara bidang yang melewati titik asal dengan bidang berikutnya.
Perbedaan jarak dari dua bidang dicontohkan dengan gamabr dibawah ini, bidang (2 2 2) memiliki jarak antar bidang yang lebih kecil dari bidang (1 1 1).
jarak
Jarak dari satu set bidang (hkl)) adalah jarak terpendek dari dua bidang yang berdekatan. Jarak merupakan fungsi dari (hkl), yang secara umum semakin besar harga indeks maka semakin kecil jarak antar bidang tersebut. Untuk latis berbentuk kubik, rumus dari jarak antar bidang hkl (dhkl):

rumusdhkl
Nilai a adalah latis parameter. Untuk bentuk – bentuk kristal yang lain rumusnya lebih rumit.

       1.     Mengapa fenomena kelarutan penting untuk rancangan formulasi?

        Karena kelarutan setiap bahan obat tentunya berbeda-beda, ada yang mudah melarut ada pula yang sukar larut. Menjadi permasalahan ketika bahan obat misal ingin dibentuk sediaan cair, namun bahan obat tersebut tidak bisa larut. Dalam keadaan ini diperlukan cara untuk dapat melarutkan bahan obat tersebut, karena bahan obat untuk dapat mencapai efek terapetik harus terlarut dan terdistribusi dalam partikel kecil atau halus yang nantinya akan memudahkan absorpsi bahan aktif obat. Untuk itu dibutuhkan faktor pendukung untuk memudahkan bahan obat tersebut untuk dilarutkan yang nantinya tujuan akhirnya melahirkan rancangan formulasi obat hingga terbentuk sediaan obat.
        Diantaranya yang dapat mempengaruhi kelarutan adalah  :
1.      Interaksi solut dan solven
2.      pH
3.      Tekanan
4.      Suhu
5.      Pengaruh bentuk dan ukuran partikel
6.      Pengaruh konstanta dielektrik
        Sehingga sangat penting untuk mengetahui fenomena kelarutan suatu bahan obat untuk menentukan rancangan formulasi obat dalam hal ini untuk mencapai maksimum pencapaian efek farmakologisnya.
2.     Apa yang menjadi hambatan pada pembuatan sediaan larutan farmasetika?

        Beberapa hambatan dalam pembuatan sediaan larutan farmasetika adalah salah satunya adanya interaksi antar molekul bahan obat yang memiliki perbedaan sifat secara fisika dan kimia.
         Sifat fisika misalnya kadar kelarutan yang berbeda pada suhu tertentu. Sedangkan sifat kimia misalnya sifat  kelarutan antara bahan obat dengan bahan obat yang lainnya atau bahan obat dengan pelarut dimana bahan obat yang bersifat polar akan mudah larut dalam bahan obat dan pelarut yang bersifat polar. Sedangkan bahan obat non polar juga akan mudah berinteraksi dengan bahan obat lain atau pelarut yang memiliki sifat non polar. Selain itu adanya kombinasi bahan obat yang memiliki kinerja sinergis dan antagonis sehingga dibutuhkan ilmu pengetahuan untuk memilih bahan-bahan obat untuk sediaan farmasetika dengan melihat sifat daripada bahan-bahan obat tersebut.
3.     Bagaimana dengan istilah kelarutan “like dissolve like”?

        “Like dissolve like” yaitu suatu zat akan terlarut sempurna di dalam pelarutnya jika keduanya memiliki kepolaran yang sama untuk memprediksi kelarutan.
4.     Bagaimana cara meningkatkan kelarutan obat dalam air?
Cara Meningkatkan Kelarutan
1.       Pembentukan Kompleks
        Gaya antar molekuler yang terlibat dalam pembentukan kompleks adalah gaya van der waals dari dispersi, dipolar dan tipe dipolar diinduksi. Ikatan hidrogen memberikan gaya yang bermakna dalam beberapa kompleks molekuler dan kovalen koordinat penting dalam beberapa kompleks logam.
        Salah satu faktor yang penting dalam pembentukan kompleks molekuler adalah persyaratan ruang. Jika pendekatan dan asosiasi yang dekat dari molekul donor dan molekul akseptor dihalangi oleh faktor ruang, kompleks akan atau mungkin berbentuk ikatan hidrogen dan pengaruh lain harus dipertimbangkan.
        Polietilen glikol, polistirena, karboksimetil-selulosa dan polimer sejenis yang mengandung oksigen nukleofilik dapat berbentuk kompleks dengan berbagai obat. Semakin stabil kompleks organik molekuler yang terbentuk, makin besar reservoir obat yang tersedia untuk pelepasan. Suatu kompleks yang stabil menghasilkan laju pelepasan awal yang lambat dan membutuhkan waktu yang lama untuk pelepasan sempurna.
        Cara ini membuat pentingnya pembuatan kompleks molekuler. Dibawah kompleks ini diartikan senyawa yang antara lain terbentuk melalui jembatan hidrogen atau gaya dipol-dipol, juga melalui antar aksi hidrofob antar bahan obat yang berlainan seperti juga bahan obat dan bahan pembantu yang dipilih.
        Pembentukan kompleks sering dikaitkan dengan suatu  perubahan sifat yang lebih penting dari bahan obat, seperti ketetapan dan daya resorbsinya, sehingga dalam setiap kasus diperlukan suatu pengujian yang cermat dan cocok.
        Pembentukan kompleks sekarang banyak dijumpai penggunaannya untuk perbaikan kelarutan, akan tetapi dalam kasus lain juga dapat menyebabkan suatu perlambatan kelarutan.
2.       Penambahan Kosolven
        Kosolven adalah pelarut yang ditambahkan dalam suatu sistem untuk membantu melarutkan atau meningkatkan stabilitas dari suatu zat, cara ini disebut kosolvensi. Cara ini cukup potensial dan sederhana dibanding beberapa cara lain yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas suatu bahan. Penggunaan kosolven dapat mempengaruhi polaritas sistem, yang dapat ditunjukkan dengan pengubahan tetapan dielektrikanya.
        Kosolven seperti etanol, propilen glikol, polietilen glikol dan glikofural telah rutin digunakan sebagai zat untuk meningkatkan kelarutan obat dalam larutan pembawa berair. Pada beberapa kasus, penggunaan kosolven yang tepat dapat meningkatkan kelarutan obat hingga beberapa kali lipat, namun bisa juga peningkatan kelarutannya sangat kecil, bahkan dalam beberapa kasus penggunaan kosolven dapat menurunkan kelarutan solut dalam larutan berair. Efek peningkatan kelarutan terutama disebabkan oleh polaritas obat terhadap solven (air) dan kosolven. Pemilihan sistem kosolven yang tepat dapat menjamin kelarutan semua komponen dalam formulasi dan meminimalkan resiko pengendapan karena pendinginan atau pengenceran oleh cairan darah. Akibatnya, hal ini akan mengurangi iritasi jaringan pada tempat administrasi obat.
3.       Penambahan Surfaktan
        Surfaktan atau zat aktif permukaan adalah molekul yang struktur kimianya terdiri dari dua bagian dan mempunyai perbedaan afinitas terhadap berbagai pelarut yaitu bagian hidrofobik dan hidrofilik. Bagian hidrofobik terdiri dari rantai panjang hidrokarbon terhalogenasi atau teroksigenasi, bagian ini mempunyai afinitas terhadap minyak atau pelarut non polar, sedangkan bagian hidrofilik dapat berupa ion, gugus polar, atau gugus-gugus yang larut dalam air. Oleh karena itu surfaktan seringkali disebut ampifil karena mempunyai afinitas tertentu baik terhadap pelarut polar maupun non polar. Surfaktan secara dominan terhadap hidrofilik, hidrofobik atau berada di antara minyak air.
         Ampifilik merupakan sifat dari surfaktan yang menyebabkan zat terabsorpsi pada antarmuka, apakah cair/gas, atau cair/cair.
        Agar surfaktan terpusat pada antarmuka, harus diimbangi dengan jumlah gugus-gugus yang larut air dan minyak. Bila molekul terlalu hidrofilik atau hidrofobik maka tidak akan memberikan efek pada antarmuka. Adsorpsi molekul surfaktan di permukaan cairan akan menurunkan tegangan permukaan dan adsorpsi di antara cairan akan menurunkan tegangan antarmuka.
        Penggunaan surfaktan pada kadar yang lebih tinggi akan berkumpul membentuk agregat yang disebut misel. Selain itu pada pemakaiannya dengan kadar tinggi sampai Critical Micelle Concentration (CMC) surfaktan diasumsikan mampu berinteraksi kompleks dengan obat tertentu selanjutnya dapat pula mempengaruhi permeabilitas membran tempat absorbsi obat karena surfaktan dan membran mengandung komponen penyusun yang sama. Sifat terpenting misel adalah kemampuannya untuk menaikkan kelarutan zat-zat yang biasanya sukar larut atau sedikit larut dalam pelarut yang digunakan. Proses ini disebut solubilisasi yang terbentuk antara molekul zat yang larut berasosiasi dengan misel surfaktan membentuk larutan yang jernih dan stabil secara termodinamika.
        Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus diberikan sejajar dengan permukaan cairan untuk mengimbangi tarikan ke dalam. Tegangan antarmuka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur, dan seperti tegangan permukaan mempunyai satuan dyne/cm. Tegangan antarmuka selalu lebih kecil daripada tegangan permukaan karena gaya adhesif antar dua fase cair yang membentuk suatu antarmuka adalah lebih besar daripada bila suatu fase cair dan suatu fase gas berada bersama-sama. Apabila dua cairan bercampur dengan sempurna, tidak ada tegangan antarmuka yang terjadi. Surfaktan terbagi menjadi :
a. surfaktan Anionik
        Surfaktan yang larut dalam air dan berionisasi menjadi ion negatif dan ion positif. Ion negatif bertindak sebagai surfaktan misalnya Natrium lauril sulfat.
b. Surfaktan Kationik
        Surfaktan yang larut dalam air, berionisasi menjadi ion negatif dan ion positif. Ion postif bertindak sebagai surfaktan, misalnya N-setil n-etil morfolium etosulfat.
c. Surfaktan Amfoter
        Surfaktan yang molekulnya bersifat amfoter, misalnya : Asil aminopropiona, Imidazolinum betaine.
d. Surfaktan Nonionik
        Surfaktan non ionik adalah surfaktan yang larut dalam air tetapi tidak berionisasi, misalnya : tween dan span.

5.     Bagaimana pengaruh pH terhadap distribusi (partisi) molekul obat (preserfatif) dalam sistem emulsi atau solubilisasi misel?
        Zat organik yang bersifat asam lemah, dimana kelarutannya sangat dipengaruhi oleh pH pelarutnya. Kelarutan asam-asam organik lemah seperti barbiturat dan sulfonamida dalam air akan bertambah dengan naiknya pH karena terbentuk garam yang mudah larut dalam air. Sedangkan basa-basa organik lemah seperti alkoholida dan anastetika lokal pada umumnya sukar larut dalam air.
        Bila pH larutan diturunkan dengan
penambahan asam kuat maka akan terbentuk garam yang mudah larut dalam air. Jadi pada pH asam, distribusi obat akan merata apabila molekul obat juga bersifat asam, sedangkan apabila molekul obat bersifat basa, molekul akan mengendap dan tidak terdistribusi merata. Pada pH basa, distribusi obat akan merata apabila molekul obat bersifat basa, sedangkan molekut yang bersifat asam akan mengendap dan tidak terdistribusi secara merata.

6.     Apa itu tetapan dielektrik?
        Tetapan dielektrik suatu campuran pelarut merupakan hasil penjumlahan dari tetapan dielektrik masing-masing yang sudah dikalikan dengan % volume masing-masing komponen pelarut. Adakalanya suatu zat lebih mudah larut dalam pelarut campuran dibandingkan pelarut tunggalny. Fenomena ini dikenal dengan istilah co-solvency dan pelarut yang mana dalam bentuk campuran dapat menaikkan kelarutan suatu zat disebut co-solvent. Etanol, gliserin dan propilen glikol adalah co-solvent yang umum digunakan dalam bidang farmasi untuk pembuatan eliksir.
        Kenaikan konstanta elektrik  mengakibatkan menurunnya konstanta laju reaksi untuk reaksi antar ion yang berlawanan. Sedang bagi ion yang uatannya sama, terjadi sebaliknya. Yaitu konstanta elektrik menurun, sedang konstanta laju reaksi meningkat.
7.     Jelaskan mekanisme larutnya solut dalam solven campuran!
Menurut Langmuir proses kelarutan ada tiga tahap:
1.     Pelepasan molekul dari fase solut pada suhu tertentu
2.     Pembentukan rongga dalam solven yang cukup besar untuk menerima molekul solut
3.     Akomodasi molekul solut dalam rongga solven

8.     Jelaskan mekanisme ikatan hidrogen larut dalam air!
    H  O                   H            H O               H


 
H-C-C-OH  + H-O            H-C-C-O-H------H-O
 
    H                             H

9.     Apa itu intermediet solven?
         Intermediet solven merupakan suatu pelarut semi polar yang berfungsi untuk meningkatkan interaksi gugus solut non polar dalam pelarut polar dengan cara menginduksi senyawa non polar dengan derajat kebebasan polaritas tertentu.


Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/
file.upi.edu/Direktori/.../JUR.../1.Struktur_Kristal_(hand_out).pdf
http://erlian-ff07.web.unair.ac.id/artikel_detail-45742-a.%20Semester%206%20:%20Fisika%20Farmasi-RANGKUMAN%20FISFAR.html
nie.edu.sg
repository.ipb.ac.id/bitsream/hand

Komentar

  1. Assalamualaikum, maaf sebelumnya terimakasih atas postingan ini sangat membantu tugas saya. Apakah kak lisa, punya ppt lengkap tentang zat padat dan kelarutan pada mata kuliah farmasi fisik? Kalau punya, apa boleh saya minta ppt tersebut? Terima kasih, maaf merepotkan, wasalamualaikum.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, maaf sebelumnya terimakasih atas postingan ini sangat membantu tugas saya. Apakah kak lisa, punya ppt lengkap tentang zat padat dan kelarutan pada mata kuliah farmasi fisik? Kalau punya, apa boleh saya minta ppt tersebut? Terima kasih, maaf merepotkan, wasalamualaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salam. maaf baru bales. iya saya punya, hanya dalam 2 minggu ini laptop sya sedang rusak. hehe

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar