Ada apa denganku? Kutilik sejenak akan apa yang aku rasa dan
apa yang tengah terjadi. Sekilas seperti tak ada yang salah. Namun tak pula
harus menyalahkan. Tapi memnag beginilah adanya. Aku benci utnk mengakuinya.
Tapi memang tak bisa dipungkiri. Bahwa terkadang aku juga merasa kesepian.
Merasa ingin ada yang memperhatikan, merasa ingin ada yang mementingkan aku,
merasa ingin ada yang mengistimewakan aku. Tidak ada yang salah dengan itu kan?
Karena aku rasa tiap orang pastilah merasa demikian pula. Tapi ketika ada orang
yang bersedia melakukan hal itu, memperhatikan, mementingkan dan
mengistimewakan. Yah, awalnya aku senang tapi setelah berjalan lama rasanya
membosankan dan seketika itu aku berubah menjadi orang yang menyebalkan yang
kejam memberi pernyataan tak mengenakkan. Yah, aku mengecewakannya dengan
berkata bahwa aku lebih senang segalanya seperti sejauh ini, tak harus
dilanjutkan. Bahkan aku tetap mengatakan itu pada orang yang aku suka pula.
Sudah dua tahun tetap berjalan begini. Melihat banyak
pasangan yang larut dalam romantisme hubungan mereka, kadang membuat iri.
Sepintas ingin aku menjalin hubungan dan komitmen seperti itu. Tapi setelah
dekat, aku menjauh. Ada apa denganku? Aneh.
Entah apalah namanya. Apa karena masa lalu? Aku rasa tidak.
Aku fikir sudah melupakan.
Melupakan? Yah, memang semuanya tak bisa dilupakan. Tapi
setidaknya aku sudah menganggapnya usai, karena memang telah usai.
Lalu jika tak karena masa lalu, apa dong? Rasa harga diri
yang terlalu menjulang? Mungkin juga. Rasa tak percaya? Mungkin juga. Butuh
diyakinkan? Bisa jadi. Tapi kau pernah bilang merasa takut, takut kenapa? Aku
sendiri tak mengerti tentang perasaan takut itu, takut macam apa yang takut aku
hadapi. Tapi yah, itulah yang aku rasakan. Mungkin pula karena aku tidak ingin
melakukan kesalahan yang sama. Aku hanya butuh diyakinkan bahwa aku tak sedang
dipermainkan. Bahwa ketika hubungan itu aku setujui, tak hanya bertahan sehari.
Apa itu salah? Tentu saja tidak. Lalu mengapa seolah mereka
tak mengerti? Bukan tak mengerti, hanya saja mereka belum mengerti yang kamu
maksud. Mereka fikir kau menolaknya dengan sangat menolak. Oh, begitu ya? Iya,
begitulah. Cobalah untuk lebih terbuka, jangan terlalu menutup rapat komitmenmu
untuk mencari sebuah keyakinan itu. Ya, bisa juga itu aku lakukan.
Cukup sudah ocehan tak penting ini.
Huuuuaaaaa
Menyebalkan.......
Komentar
Posting Komentar