Sia-sia...
Waktu terbuang percuma hanya untuk hal yang remeh
Atau mungkin yang remeh itu bisa dijadikan hal yang lebih
penting?
Entahlah
Terlalu nista jika aku sendiri membanggakan kehidupan dan
kisah yang aku lalui.
Aku masih terlalu sombong untuk bilang bahwa kisah ini sudah
cukup, dengan menyiakan waktu.
Seharusnya aku bisa mempergunakan untuk menghasilkan sesuatu
yang bisa membuatku lebih produktif dan bermanfaat
Pada kenyataannya, hanya terus merasa diam dalam kenyamanan
Padahal, bukan ciri orang sukses yang sukanya hanya berenang
di air tak berarus
Padahal, bukan karakter manusia pemilik masa depan yang hanya
diam tak bergerak dengan karyanya
Aku terlalu bermulut besar mengumandangkan mimpi-mimpi
besarku, sedang yang aku lakukan hanya meneriakinya, bahwa mimpi itu adalah
milikku
Tanpa ada usaha untuk memperjuangkannya
Yah, hanya pemimpi dengan mulut besar di tengah dunia yang
dipenuhi orang-orang besar
Aku menjadi orang kerdil, kerdil akan pengetahuan, kerdil
akan keberanian untuk menembus kabut ketidaktahuanku
Takut?
Apa yang aku takutkan?
Oh, ternyata kisah itu dan cerita ini.
Ceritera yang dulu begitu setia membelengguku seolah
satu-satunya yang setia menemaniku dalam
gelapnya fikiranku
Tidak, tidak seharusnya begitu
Kisah itu sudah berlalu. Kisah itu sudah lama dilupakan
orang. Lalu, kenapa aku masih harus tertinggal dalam masa lalu yang sangat
tidak mengenakkan itu?
Sudah, sudahi saja. aku bosan terus terbelenggu ingatan itu
Aku tahu, tanpa masa lalu tidak mungkin aku di masa sekarang
Tapi sekali lagi, aku ingin menjadi pemilik masa depan
Pemilik yang bisa menguasai kepemilikannya, bukan hanya
sekedar mengaku-ngaku saja
Ya, maka mari mulai sekarang. Meski ini orang lain menganggapnya
telah selesai karena telah melewatinya
Tak apa, setidaknya aku masih ingin memulainya, dari pada
hanya memajangnya dalam angan
Ini mimpiku, ini inginku
Aku adalah sang pemilik masa depanku sendiri


Komentar
Posting Komentar