MESKI STRES, LIFE MUST GO ON


                  
Sebuah polling yang dilakukan di lingkungan fakultas farmasi Universitas Airlangga dengan ruang sampel 100 responder......

                                               
Kehidupan manusia tak pernah luput dengan yang namanya masalah, seolah telah mejadi bagian mutlak yang terus bersirkulasi dalam hidup manusia, siapapun, di belahan dunia manapun. Sepanjang si manusia menghidupi kehidupan, sepanjang itu pula proses terus berproses. Dalam proses inilah muncul berbagai masalah yang menjadi cikal bakal ilmu. Sehingga hidup adalah menyelesaikan masalah. Namun tak jarang dari sekian masalah yang mengiringi proses hidup si manusia, menuai efek samping yang namanya stres. Lantas apa kata mahasiswa fakultas farmasi Universitas Airlangga tentang si stres yang sering menghinggapi mereka ? Simaklah kisahnya.…..
          Sebuah fakta yang masih masuk dalam batas kewajaran jika mahasiswa farmasi semuanya pernah mengalami stres. Penyebab stres ini dipicu oleh masalah kuliah sebagai faktor utamanya. 77 responden memilih kuliah sebagai faktor utama stres. “Tugas setinggi Gunung Fuji” atau bahkan laporan praktikum  yang menyita waktu istirahat, belum lagi jika dihadapkan pada UTS/UAS, tuntutan mendapatkan nilai yang bagus menjadi penyumbang meningkatnya frekuensi stres karena belajar dalam waktu lama dapat menyebabkan stres. Masalah pribadi yang by accident, pacar dan jauh dari orang tua menjadi kendala tersendiri yang tidak  bisa dipungkuri bisa menempati beban pikiran pada otak.

Sedikit mencari hiburan dari kuliah, ada yang “nyambi” berorganisasi. Namun kadang masih bertemu pula dengan stres.  Tak bisa mengatur waktu atau berkomunikasi dengan banyak karakter orang yang berbeda menjadi konflik tersendiri. Ada pula faktor pendukung lain yang mengarah pada tingginya tingkat stres, seperti kondisi finansial yang kritis, lingkungan yang tidak kondusif, dan tanggungan lainnya.
Pernahkah anda mengalami stres ?
kuliah
44
P
77

33
L
Masalah pribadi
26
P
51

25
L
 organisasi
17
P
30

13
L
dll
8
P
11

3
L

          Banyak cara yang diharapkan meniadakan si stres. Cara terampuh yang diakui oleh 54 responden adalah dengan tidur. Karena tidur dapat sejenak mengistirahatkan fisik dan mental dari aktivitas yang padat, setelah bangun diharapkan  badan fit dan rilex untuk kembali beraktivitas. Ada pula yang melampiaskannya dengan makan, main game, nonton film atau TV. “ Main game itu low risk, low cost but high gain”, begitu tutur salah satu responden. Ada pula yang melampiaskan dengan mendengarkan lagu, shopping, jalan-jalan, membaca Al-Qur’an,  baca komik atau berpuas hati mencurahkannya pada teman dan meminta saran. Menangis bahkan kadang berteriak menjadi jalan pembunuh stres.
Faktor apa sajakah yang dapat menyebabkan anda stres ?
makan
27
P
41

14
L
tidur
39
P
54

15
L
olahraga
4
P
15

11
L
Main game
11
P
29

18
L
nonton
23
P
39

16
L
dll
24
P
39

15
L

Pada akhir penelusuran, ternyata sebagian besar mahasiswa farmasi meski bergelut dengan masalah yang berujung stres, mereka tetap menjaga sedapat mungkin stres tak menghalangi cita-cita besar menjadi seorang farmasis dalam misi mulianya. Ibarat kata, kekuatan sugesti berperan penting. Mindset “aku tidak stres” cukup ampuh melunakkan stres, menjaga emosi agar stres tidak merusak agenda dan rencana. Menulis yang akan direncanakan dikeesokan harinya bisa mengurangi kebingungan dan mencegah kelupaan. Segala kesibukan itu adalah sebuah pilihan, yang tentunya kita yang memilih. Bisa dibilang stres atau tidak, berawal dari kita sendiri bisakah kita mengatur waktu dan emosi kita.
Usaha menghilangkan stres yang anda lakukan selalu berhasilkah ?
iya
30
P
50

20
L
tdk
1
P
1


L
kadang
26
P
50

24
L

Berbagai macam cara telah ditempuh, banyak usaha telah di coba, namun kembali pada siklus kehidupan. Upaya yang satu mungkin berhasil pada satu masalah namun belum tentu berhasil membunuh masalah yang lain. Begitulah kiranya proses kehidupan mengajari manusia, si insan kholifah bumi. Bahwa dibalik masalah dapat pula disingkap akan hikmah dan pembelajaran hidup yang berharga. Setiap masalah entah itu berhasil diselesaikan dengan gemilang atau bahkan terpuruk pada kegagalan, semuanya berakumulasi membentuk diri pribadi yang seperti apa kita dimasa depan. Karena setiap langkah yang kita ambil adalah perwujudan dari tujuan yang direncanakan. Sebagaimana hidup yang baik adalah bagaimana caranya kita  ikhlas dan menikmati apa yang kita jalani dan apa yang kita pilih untuk mendapat apa yang ingin kita hasilkan. Bagi seorang calon farmasis, kehidupan dunia kampus dengan segudang tugas, keliling lab untuk praktikum setiap harinya, bahkan jurnal yang selalu siaga menemani malam-malamnya, wajar bila stres, tapi stres juga tak lantas diperbolehkan berhasil menegasikan niat tulus seorang farmasis mengabdikan keahliannya demi terwujudnya masa depan Indonesia yang lebih baik.(Ls)

“Love the life you live, live the life you love”

         Responden


                            
 




Komentar